destinasi wisata

PEKANBARU

Destinasi Wisata Kota Pekanbaru

Belum komplit rasanya menjelajahi Pulau Sumatera tanpa mampir ke Pekanbaru.Ibukota sekalian kota terbesar di Riau ini memang familiar dengan cadangan minyak dan perkebunan kelapa sawitnya.Tapi siapa sangka kalau Pekanbaru punya banyak destinasi menarik yang asyik untuk dikunjungi, mulai dari tamasya alam sampai tamasya sejarah dan tradisi adat istiadat yang memikat.

Destinasi Wisata Kabupaten Kampar

Kampar merupakan kabupaten di provinsi Riau yang di dalamnya tersimpan banyak kekayaan tamasya.Kabupaten Kampar amat populer di kalangan pelancong kalau dibandingi dengan kabupaten lainnya.Tidak bisa diabaikan dikesampingkan kalau indahnya kabupaten Kampar sanggup membius pelancong.Mulai dari pantai, puncak, sampai candi, semuanya dapat Anda nikmati dengan gampang.Estetika yang ditawarkan berbeda dengan daerah tamasya lainnya sebab Kampar mempunyai suasana alam yang benar-benar khas.

Destinasi Wisata Kabupaten Siak

Anda yang berharap berlibur di dalam negeri dan mengeksplor beragam adat istiadat serta khazanah Indonesia, dapat mewujudkan Siak, salah satu kabupaten di Provinsi Riau, sebagai opsi destinasi kota untuk liburan. Pemerintah sudah mengusahakan bermacam infrastruktur transportasi, sehingga perjalanan menuju Siak lebih gampang Anda jangkau.Sebagai salah satu kota penghasil minyak terbesar di Riau, Siak mempunyai berbagai obyek liburan yang dapat Anda jelajahi, mulai dari bangunan bersejarah, destinasi liburan alam ataupun buatan, sampai bangunan unik lainnya.

 

 

Destinasi Wisata Kabupaten Pelalawan

Beberapa orang, nama Kabupaten Pelalawan masih asing di kuping. Kabupaten Pelalawan adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau dengan ibu kota Pangkalan Kerinci.Bukan cuma liburan alamnya saja, Kabupaten Pelalawan juga kaya dengan liburan sejarah yang tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Provinsi Riau. Nama Kabupaten Pelalawan diambil dari nama Kerajaan Pelalawan yang berada di Sungai Kampar. Kerajaan hal yang demikian lahir pada tahun 1761 dan mulai diketahui banyak orang dikala masa pemerintahan Sultan Syed Abdurrahman Fachrudin di tahun 1811 sampai 1822.